Profil Wakapolda Sumbar KOMBES POL. Dra. NUR AFIAH, M.H. (Sepa 1984)

Wakapolda Sumbar Sepa

Wakapolda Sumbar Sepa

Wakapolda Sumbar Sepa

 

Nama : KOMBES POL. Dra. NUR AFIAH, M.H.
Tempat Lahir : Makassar
Tanggal Lahir : 22-Mei-60
Jabatan : Wakapolda Sumbar
Lulusan : Sepa 1984
Suku Bangsa : Jawa
Kesatuan : Polda Sumbar
Agama : Islam

Riwayat Jabatan

  • Paur Pullahta Sepolwan(04/10/1984)
  • Paur Bin Plin Sepolwan Lemdiklat Polri(10/06/1993)
  • Paur Subbag Minjas Bag Binnis Subdit Binjas(01/09/1993)
  • PS Kasubbag Binor Bag Bangpers Subdit Binjas Dit Watpers Polri(01/01/1994)
  • Kasubbag Binor Bag Bangpers Subdit Binjas Dit Watpers Polri(01/08/1996)
  • Kasubbag Binor Bag Bangpers Subdit Binjas Dit Minpers Polri(01/10/1997)
  • Kabag Bangpres Subdit Binjas Dit Minpers Polri(01/06/2000)
  • Pamen Sespim Dediklat Polri(10/08/2001)
  • Kasi Potmas Subdit Dikmas Dit Lantas Deops Polri(07/03/2002)
  • Kasi Berdayamas Subdit Dikmas Dit Lantas Babinkam(19/05/2003)
  • Kasubbid Dokliput Bid Prodok Div Humas Polri(17/05/2004)
  • Kabag Binjas Robinjah Sde Sdm Polri(15/03/2007)
  • Karo Pers Polda Banten(14/02/2010)
  • Pamen Polda Banten (Dlm Rangka Dik Lemhannas) (09/05/2010)
  • Analis Kebijakan Madya Bidang Watpers Ssdm Polri(30/12/2010)
  • Kabagkuhanjardikbangspes Rokurlum Lemdikpol(01/04/2011)
  • Wakapolda Sumbar(13/05/2015)

Pendaftaran AKPOL, Bintara (SMA), Bintara Khusus Penyidik Pembantu (S1) dan Tamtama 2016

Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajak Putera-Puteri terbaik Indonesia untuk bergabung menjadi anggota Polri 2016.
Telah dibuka Pendaftaran Online Anggota Polri 2016 mulai tgl 7 s/d 30 April 2016. Terdiri dari :
1. Taruna Akpol
2. Bintara (sumber SMA sederajat)
3. Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu (sumber s1)
4. Tamtama
Untuk lebih lengkap, dapat langsung menmbuka website: www.penerimaan.polri.go.id

Untuk persyaratan dapat diakses di menu Info pendaftar & kegiatan -> Syarat pendaftaran.

Untuk jadwal dapat diakses di menu Info pendaftar & kegiatan -> Jadwal Seleksi.

AKPOL 2016

BINTARA / BRIGADIR 2016

TAMTAMA 2016

AKBP Sumy Hastry, Polisi Bergelar Doktor Spesialis Forensik Pertama di Asia (Sepa PK Polri th. 98)

09d02707-fffe-4b41-9941-36f564e51030_169 779571b7-8a96-45e5-9aee-29faad0d870b_169 002614300_1426241375-Sumy_Hastry_Purwanti_8 022060700_1426241233-Sumy_Hastry_Purwanti_2 063145700_1413281847-z5 068966000_1426241624-Sumy_Hastry_Purwanti_6 098538000_1426241495-Sumy_Hastry_Purwanti_3 073919_135648_DVI_besar luar-biasa-akbp-sumy-hastry-raih-gelar-doktor-forensik-pertama-di-asia_20160314_145200

Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah, AKBP Sumy Hastry Purwanti menjadi  polisi pertama di Asia yang menyandang gelar doktor spesialis forensik. Penelitiannya bahkan sangat berguna untuk kecepatan identifikasi jenazah karena bisa melihat suku dari DNA jenazah.

Disertasi yang dilakukan Hastry yaitu meneliti DNA Mitokondria dari lima populasi di Indonesia yaitu Batak di Sumatera, Dayak di Kalimantan, Toraja di Sulawesi, Trunyan di Bali, dan Suku Jawa di di Pulau Jawa. Menurut Hastry, lima suku tersebut mewakili lima populasi besar sesuai teori migrasi di Indonesia.

“Lima suku itu cukup mewakili lima pulau besar di Indonesia.  Budaya penguburannya juga hampir sama,” kata hastry.

Hastry mendatangi lokasi-lokasi asli tempat mayat itu dimakamkan untuk mengambil sample DNA. Demi disertasinya yang berjudul: Variasi Genetika Pada Populasi Batak, Jawa, Dayak, Toraja dan Trunyan dengan Pemeriksaan D-Loop Mitokondria DNA untuk Kepentingan Identifikasi Forensik, Hastry juga mengikuti adat istiadat daerah setempat untuk mengambil sample pada jenazah.

Ia mencontohkan, ketika hendak mengambil sampel DNA dari jenazah yang disimpan di tugu, maka ia harus menuruti adat setempat yaitu dengan bernyanyi. Di Kalimantan ia juga harus melakukan potong babi, namun karena muslim, Hastru memotong ayam agar tetap bisa menyantapnya.

“Bagi mereka ini pertama kalinya ada permintaan seperti itu (mengambil sampel DNA). Sempat susah, tapi karena diterangkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, akhirnya diizinkan,” tandas Hastry.

Dari 70 sample  yang diambil oleh Hastry, 50 diantaranya dapat terbaca DNA-nya. Kesulitan terjadi pada jenazah di Trunyan, Bali karena tulang-tulang diletakkan di bawah pohon dan terpapar sinar matahari dan terpengaruh kelembapan udara. Ia menambahkan, untuk di pulau Jawa yang memiliki adat pemakaman dikubur, maka sampel diambil dari beberapa temuan mayat.

“Untuk di Jawa, saya ambil sampel dari beberapa temuan mayat  karena  rata-rata diletakkan di atas tanah kemudian ditinggal,” jelasnya.

Dari usahanya selama setahun meneliti, kesimpulannya adalah  meski semua DNA tidak ada yang sama, diketahui masyarakat Jawa, Batak, dan Dayak memiliki kemiripan DNA sedangkan Toraja dan Trunyan memiliki perbedaan sendiri. Jadi bisa dilihat dari DNA Mitokondria mayat yang diteliti merupakan suku apa, karena pola pewarisan dari ibu memiliki perbandingan genetika 1: 33 atau bisa diturunkan sampai 33 generasi.

“Ada beberapa persamaan dari DNA Mitokondria. Dari pola pewarisan yang diturunkan oleh ibu. Kita bisa menditeksi sampai 33 generasi,” tegas Hastry.

Hasil penelitiannya itu tentu saja berguna bagi ilmu forensik di Indonesia. Selanjutnya hasil penelitian tersebut akan dimasukkan dalam database DNA suku-suku di Indonesia sehingga proses identifikasi korban kejahatan atau musibah dan bahkan tersangka pidana bisa lebih cepat.

“Misalnya, ada tersangka punya DNA orang Batak, maka penyidik bisa mengkerucutkan target operasinya ke orang Batak. Selain itu saya ingin membuktikan walau kondisi (jenazah) sudah hancur, tapi masih bisa dilihat DNA-nya,”  terang Hastry.

Selain berguna bagi ilmu kedokteran forensik di Indonesia, penelitiannya itu mengantarkannya menjadi polisi bergelar doktor spesialis forensik pertama di Asia dan lulus cumlaude  di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan IPK 3,89 pada 10 Maret lalu. Ia menyelesaikan Program Studi Ilmu Kedokteran Jenjang Doktor (S3) dalam waktu 3 tahun 10 bulan.

“Di tingkat Asia sudah ada data base DNA. Tapi lima suku ini belum ada,” pungkasnya.

Diketahui, Hastri merupakan polisi yang berpengalaman  menjalankan tugas di bidang Disaster Victim Identification (DVI). Sejumlah kasus besar ia tangani mulai bom Bali 1 tahun 2002 lalu hingga Malaysia Airlines MH-17 di Ukraina, dan AirAsia QZ8501. Ia diperbantukan hingga luar negeri karena keahliannya yang memang sudah tingkat dunia.  dr. Hastry merupakan alumni fakultas kedokteran Undip. Kemudian bergabung dengan SEPA PK Polri tahun 1998.

(disunting dari berbagai sumber)

berikut beberapa video AKBP Sumy Hastry saat tampil di TV:


Loading the player …

Masa Basis SIPSS 2016

sipss 2016 (1) sipss 2016 (2) sipss 2016 (3) sipss 2016 (4) sipss 2016 (5) sipss 2016 (6) sipss 2016 (7) sipss 2016 (8) sipss 2016 (9) sipss 2016 (10) sipss 2016 (11) sipss 2016 (13) sipss 2016 (14) sipss 2016 (15) sipss 2016 (16) sipss 2016 (17) sipss 2016 (18) sipss 2016 (19)

Upacara Pembukaan dan Tradisi Penerimaan Siswa SIPSS T.A. 2016

SIPSS 2016 (1) SIPSS 2016 (2) SIPSS 2016 (3) SIPSS 2016 (4) SIPSS 2016 (5) SIPSS 2016 (6)

Werving Pusat dan Pengumuman Kelulusan SIPSS T.A. 2016

TES KESAMAPTAAN JASMANI
Werving Pusat dan Pengumuman Kelulusan SIPSS T.A. 2016SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016 SIPSS T.A. 2016

RIKMIN DAN RIKKES

12832406_10204338352897989_2806791825947097662_n 12813984_10204338478141120_3465984703536344972_n 10606319_10204338334657533_3873110116148140571_n 10478456_10204338374938540_8673095482001035758_n 10346452_10204338446620332_6768779276555038894_n 10342453_10204338317537105_5906675412169287749_n 10330396_10204338306736835_4240687257782976014_n 10300442_10204338355978066_5824151048394394982_n 10174891_10204338430739935_838250105384566199_n 1923433_10204338459140645_6655226484548653367_n 1919097_10204338443060243_2831977081366001108_n 1656219_10204338351537955_1591137329701365421_n 1509002_10204338356658083_1117524354261423277_n 1385946_10204338421939715_6638597303849437205_n 1150170_10204338373458503_8700134841346414862_n 1044640_10204338448620382_2971861836234428616_n

PENGUKURAN TINGGI BADAN, PSIKOTES, AKADEMIK DAN PENGUMUMAN KELULUSAN

Werving Pusat dan Pengumuman Kelulusan SIPSS T.A. 2016

SIPSS 2016SIPSS 2016SIPSS 2016SIPSS 2016 (1) SIPSS 2016 (2) SIPSS 2016 (5)SIPSS 2016SIPSS 2016Werving Pusat dan Pengumuman Kelulusan SIPSS T.A. 2016

Pendaftaran SIPSS T.A. 2016

Telah dibuka pendaftaran Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana Tahun Anggaran 2016, bagi putra-putri sarjana muda Indonesia yang berminat untuk mengabdi pada NKRI, silahkan membaca ketentuannya sebagai berikut:

Prodi yang dibutuhkan :

S2 Profesi Kedokteran Forensik
S2 Profesi Psikologi
S1 Profesi Kedokteran Umum
S1 Profesi Kedokteran Gigi
S1 Akuntansi
S1 Agama Hindu (pend agama, filsafat agama & teologi)
S1 Bahasa Arab
S1 Bahasa Mandarin
S1 Desain Grafis
S1 Hukum Pidana
S1 Mipa Biologi
S1 Mipa Kimia
S1 Seni Musik
S1 Sandi Negara
S1 Psikologi
S1 Teknik Informatika
S1 Teknik Elektro
S1 Teknik Mesin
S1 Teknik Nuklir
S1 Teknik Metalurgi
S1 Teknik Kimia
S1 Teknik Arsitektur
D-IV Ahli Nautika Tk. III

Persyaratan Umum :

1. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita);
2. beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa;
3. setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945;
4. berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun;
5. sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan minimal setingkat RSUD);
6. tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
7. berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela;
8. bersedia ditempatkan diseluruh wilayah NKRI dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas kepolisian;

Persyaratan Khusus :

1. pria dan wanita belum pernah menjadi anggota Polri;

2. berijazah :
a. S2 sesuai dengan prodi yang dibutuhkan diatas;
b. S1 sesuai dengan prodi yang dibutuhkan diatas;
c. D-IV Ahli Nautika Tk. III (wajib memiliki ijazah Ahli Nautika Tk. III dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia)
d. bagi lulusan yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dengan program studi yang terakreditasi A dengan IPK minimal 2,75 dan bagi lulusan yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dengan program studi yang terakreditasi B dengan IPK minimal 3,00 (terdaftar di BAN-PT);
e. wajib melampirkan tanda lulus/ijazah yang dilegalisasi/diketahui oleh Pembantu Dekan bidang Akademik;
f. bagi lulusan Perguruan Tinggi di Luar Negeri wajib melampirkan surat keputusan penyetaraan yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi;

3. umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan SIPSS T.A. 2016 :
a. maksimal 33 (tiga puluh tiga) tahun untuk S-2 Profesi;
b. maksimal 29 (dua puluh sembilan) tahun untuk S-1 Profesi;
c. maksimal 26 (dua puluh enam) tahun untuk S-1/D-IV;

4. tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) :
a. pria : 160 (seratus enam puluh) cm
b. wanita : 155 (seratus lima puluh lima) cm

5. belum pernah menikah (belum pernah hamil/melahirkan) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan, khusus S-2 Profesi diperbolehkan sudah menikah namun bagi wanita belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak/hamil selama dalam pendidikan pembentukan;

6. mampu mengoperasionalkan komputer dibuktikan dengan sertifikat/ijasah;

7. bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun terhitung mulai saat diangkat menjadi Perwira Polri;

8. tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain;

9. mendapat persetujuan dari instansi yang bersangkutan bagi yang sudah bekerja dan pernyataan berhenti dengan hormat bila lulus seleksi dan terpilih masuk pendidikan pembentukan Polri;

10. khusus untuk Prodi Kedokteran :
a. bersedia ditempatkan di fungsi Brimob dan mengikuti spesialis kedokteran forensik (dibuktikan dengan surat pernyataan);
b. dokter umum: diutamakan yang sudah mempunyai Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) dan Surat Tanda Registrasi (STR) definitif dan atau keterangan masih mengikuti Internsip;
c. Dokter gigi menyertakan Surat Tanda Registrasi (STR) definitif;
d. Dokter Spesialis menyertakan ijasah dokter spesialis;

11. mengikuti dan lulus pemeriksaan dan pengujian sebagai berikut :

a. Tingkat daerah dengan sistem gugur meliputi :
-pemeriksaan administrasi;
-pemeriksaan kesehatan tahap I;
-pemeriksaan psikologi tertulis;
-pemeriksaan kesehatan tahap II;

b. Tingkat pusat dengan sistem gugur meliputi :
-pemeriksaan administrasi;
-pemeriksaan kesehatan termasuk Kesehatan jiwa;
-pemeriksaan psikologi wawancara;
-pemeriksaan PMK (Penelusuran Mental Kepribadian);

c. Uji Akademik menggunakan Computer Assisted Test (CAT) meliputi :
-Tes Potensi AKademik
-TOEFL
-Wawasan Kebangsaan

d. Uji Kompetensi (praktek keahlian sesuai profesi/Prodi);
e. pemeriksaan dan pengujian kemampuan jasmani;
f. Sidang Penetapan Kelulusan Akhir

SIPSS 2016

SIPSS 2016

SIPSS 2016

SIPSS 2016

SIPSS 2016

Aksi Heroik AKBP Untung, Sosok Berbaju Putih Penumpas Teroris Sarinah

Jakarta kembali diguncang aksi teroris peledakan bom di sekitar Gedung Sarinah di ujung perempatan Jalan MH Thamrin-Jalan Kebon Kacang-Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. yang menewaskan tujuh orang. Lima korban tewas diketahui sebagai anggota teroris.
Ada yang cukup unik dan berbeda dalam teror bom kali ini. Publik pun dipertunjukan aksi adu tembak dengan polisi laiknya film-film aksi Hollywood. Kawanan pelaku masih berada di sekitar lokasi dan bahkan berani menyatakan diri secara terang-terangan kepada publik dan terlibat saling tembak dengan polisi yang mengejar mereka.

Dalam baku-tembak itu terlihat sosok berbaju putih yang terlibat dalam aksi ala Hollywood itu. Pria berbadan tegak dengan rambut cepak itu sempat tertangkap kamera sedang mengacungkan pistol siap menembak di antara semak-semak pinggir gedung Djakarta Theater, kawasan Sarinah.
ernyata sosok misterius itu bukan anggota teroris, melainkan anggota polisi yang sedang berjibaku dalam adu tembak dengan para pelaku teror. Laki-laki itu diketahui bernama AKBP Ir Untung Sangadji Hendro dengan jabatan terakhir Perwira Menengah Pusat Pendidikan Lembaga Pendidikan Polisi (Pusdik Lemdikpol) Polri. Beliau merupakan Perwira Menengah lulusan SEPA 94/95

Aksi heroik Untung berhasil melumpuhkan anggota teroris dalam baku tembak jarak dekat. Keberanian perwira berpangkat melati dua itu dan anggota kepolisian lainnya berhasil menumpas lima teroris yang mengguncang jantung ibu kota siang tadi.

Tercatat dari lima teroris itu, dua di antaranya tewas saat melakukan aksi bom bunuh diri meledakan Pospol Sarinah dan Starbucks Jakarta Theater. Adapun tiga pelaku lainnya tewas dalam baku tembak di depan kedai Starbucks.

Pola serangan yang dilakukan kelompok teroris di Sarinah ini baru pertama kali terjadi di Indonesia. Pola serangan sporadis seperti ini merupakan pola serangan bunuh diri dengan target korban sebanyak mungkin.

Para pelaku teror pun terlihat memiliki kemampuan tempur terlatih serta memiliki nyali sangat besar. Pelaku sangat percaya diri saat melakukan aksinya hingga berhasil meledakkan pos polisi dan memberondongkan tembakan pada kerumunan massa serta polisi.

Namun, lewat aksi heroik AKBP Untung dan rekan-rekannya, kepolisian berhasil menunjukkan Indonesia tidak semudah itu diguncang aksi terorisme. Akhir cerita, kelima teroris bisa digulung polisi dan ditembak mati.

Habatnya lagi, semua adegan itu ditonton masyarakat umum persis hanya dari seberang jalan tanpa penghalang apa pun. Meski demikian, duka yang terjadi kamis pagi ini tak bisa dihapus begitu saja. Seluruh rakyat Indonesia terhenyak dan miris atas tragedi yang terjadi di jantung ibu kota itu.
AKBP UNTUNG SANGAJI

AKBP UNTUNG SANGAJI

AKBP UNTUNG SANGAJI

AKP Aditya Reza, Kasat Termuda di Polda Riau

Kasat Termuda di Polda Riau (PPSS 2010)

Kasat Termuda di Polda Riau (PPSS 2010)

Basaria Panjaitan, Polwan Pertama Pimpin KPK

221450691770

355360_wakil-ketua-kpk-basaria-panjaitan_663_38219c8f466-a7d0-473a-b4b9-d9efe2ba6f1d_169

Basaria Panjaitan merupakan polisi wanita pertama yang berhasil menjabat sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ia lolos dengan klasifikasi kompetensi di bidang penindakan, bersama dengan Alexander Marwata, hakim Ad Hoc Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Wanita kelahiran Pematangsiantar 57 tahun silam ini diketahui berpengalaman di bidang reserse, yakni sebagai penyidik utama di Bareskrim Polri, Dir Reskrim Polda Kepri dan Kasat Narkoba Polda NTB.
Selain itu, Sarjana Hukum lulusan Sepamilsukwan Polri I Tahun Angkatan 1983/1984 ini juga pernah bertugas sebagai Kapusprovos Divpropam Polri tahun 2009 dan Karo Bekum Ssarpras Polri tahun 2010.

Kariernya semakin menanjak ketika dipromosikan sebagai perwira tinggi Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi. Sebelum menjadi pimpinan KPK, Basariah bertugas sebagai Widyaiswara Sespimti Polri Lemdikpol.

Pensiun sebelum dilantik
Basaria diketahui telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya di Polri tak lama sebelum ia dilantik sebagai pimpinan KPK.

“Pensiun Bu Basaria sudah turun tanggal 18 Desember 2015. Jadi, dengan sendirinya Bu Basaria sudah tidak aktif lagi di Polri, statusnya sudah pensiun,” kata Kepala Biro Pembinaan Karier Polri Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Difiri, Selasa, 22 Desember 2015.

Kini, kiprah Basaria menjadi sorotan sekaligus penantian publik. Sebagai figur perempuan pertama di KPK, ia membawa warna baru sekaligus harapan baru bagi komisi antirasuah tersebut.

source: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/714537-basaria-panjaitan–polwan-pertama-pimpin-kpk-rss